Rss Feed
  1. Review Novel: Smash! - Nonier

    Friday, December 2, 2016

    Smash!Smash! by Nonier
    My rating: 3 of 5 stars

    Judul: Smash!
    Penulis: Nonier
    Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
    Halaman: 248 halaman
    Terbitan: Mei 2015

    Dalam pertandingan voli ataupun naklukin cewek, Aryo pantang menyerah. Gelar pemain andalan sekaligus playboy melekat erat dalam dirinya. Kalau macarin cewek, Aryo paling cuma tahan dua bulan. Setelah itu...bosen dan cari lagi yang baru!

    Tapi di rumah Aryo kalah dari Ardi. Masnya ini ulet berbisnis dan selalu macarin cewek-cewek cakep. Makanya Aryo bingung juga waktu Ardi mau aja dijodohin sama Rayana, anak kelas 3 SMA yang cakepnya sedeng-sedeng aja.

    Aryo merasa Rayana nggak selevel dengan Ardi. Aryo juga curiga Rayana cewek matre. Aryo berniat menguji kesetiaan sang calon kakak ipar yang ternyata adik kelasnya waktu di SMA itu. Dia sengaja menggoda Rayana supaya cewek itu jatuh cinta padanya.

    Rayana yang pendiam namun bukan cewek melempem ternyata membuat dunia Aryo jungkir-balik. Dan... kali ini Aryo kena batunya!


    Review
     
    "Smash!" bercerita tentang Aryo, si bintang voli yang terkenal playboy. Saat Ardi, kakaknya, dijodohkan dengan Rayana yang masih SMA, Aryo ingin menguji cewek itu. Apa gadis itu memang cocok dan setia dengan kakaknya?

    "Kamu harus hati-hati, Ra. Banyak cewek yang takluk sama dia. Dia itu playboy," Banjar mengucapkannya dengan sinis. (hal. 57)



  2. Misteri Gelas KembarMisteri Gelas Kembar by S. Mara Gd
    My rating: 2 of 5 stars

    Judul: Misteri Gelas Kembar
    Penulis: S. Mara Gd
    Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
    Halaman: 223 halaman
    Terbitan: 1985



    Gozali tepekur memandangi perempuan yang terbaring di atas meja otopsi. Tujuh hari yang lalu ia masih berbicara dengannya -seorang perempuan yang tampaknya cerdik dan sehat- sekarang terbaring kaku dengan bekas cekikan di lehernya.

    Kurang dari tiga minggu yang lalu, calon suami perempuan ini juga meninggal tanpa sebab-sebab yang jelas. Sekarang perempuan ini! Apakah kedua kemuitan ini hanya suatu kebetulan? -Atau ada kaitannya?


    Di lemari perempuan yang mati ini ditemukan banyak perhiasan yang nilainya jauh di luar jangkauan penghasilannya sebagai penjahit. Lalu dari mana sumber uangnya? Pemerasan mungkin merupakan dugaan yang masuk akal -tetapi siapa yang diperasnya dan mengapa?


    Kapten Polisi Kosasih dan Gozali harus memutar otak. Ternyata bukan hanya satu orang saja yang mempunyai rahasia hitam dalam hidupnya. Jadi, siapa yang membunuhnya?


    Di kamar di mana perempuan itu ditemukan, tidak ada petunjuk apa-apa yang istimewa. Semuanya hanyalah benda-benda biasa yang tidak berarti. Barulah setelah Gozali mendengar keluhan seorang ibu rumah tangga, maka kedua gelas kembar yang ditemukan dalam kamar tersebut menjadi petunjuk yang paling berharga.


    "Misteri Gelas Kembar" bercerita tentang penyelidikan Kapten Polisi Kosasih dan sahabatnya, Gozali, atas kematian seorang wanita yang pernah Gozali temui seminggu sebelumnya. Penyelidikan membawa kematian wanita ini pada satu kasus yang berbeda, kematian pacar wanita itu yang adalah adik dari salah seorang kenalan Gozali.

    Review
     
    Imo, ini novel dari seri Kosasih-Gozali yang paling terasa datar buatku. Kalau di sebelum-sebelumnya, saya masih bisa terhibur dengan latar belakang kasusnya, kali ini rasanya datar banget. Biasa aja gitu.


  3. TypoTypo by Christian Simamora
    My rating: 3 of 5 stars

    Judul: Typo
    Penulis: Christian Simamora
    Penerbit: Penerbit Twigora
    Halaman: 476 halaman
    Terbitan: Juli 2016



    Di usianya yang keempat belas tahun, Maisie Varma dijodohkan dengan Josh Mallick oleh kedua ayah mereka. Meskipun sama-sama tak suka dengan keputusan sepihak itu, Mai dan Josh memilih untuk belajar beradaptasi dengan satu sama lain ketimbang membangun nyali untuk menentangnya.

    Tapi kemudian, di malam pergantian tahun, Oma Josh yang baru mendengar tentang perjodohan itu langsung protes keras. Bukan itu saja, beliau memaksa para ayah untuk membatalkan pertunangan malam itu juga. Semuanya pun kembali seperti semula—kecuali bagi Mai. Dia sungguh-sungguh tak menyangka, status tunangan Josh selama beberapa hari membuatnya jatuh cinta untuk kali pertama.


    Review
     
    Word of the day: 'Accismus' = Malu-malu tapi mau.

    "Typo" bercerita tentang Maisie Varma dan Josh Mallick, sepasang muda-mudi yang dulunya pernah ditunangankan oleh orang tua mereka, tapi atas ketidaksetujuan nenek Josh, pertunangan itu batal. Bertahun-tahun setelahnya, mereka berdua kembali dekat karena harus mengerjakan proyek hotel cokelat milik orang tua mereka. Pertemuan ini membawa kembali perasaan yang sempat ada di antara mereka, tapi Maisie dan Josh percaya kalau perasaan itu bukanlah cinta. Mereka yakin kalau perasaan mereka hanyalah typo semata.

    Novel ketiga dari Christian Simamora yang saya baca dan adalah novel terpanasnya. Edan, rasanya buku ini bisa dimasukkan ke genre erotika, deh. Jadi, kamu yang masih di bawah umur, tunggu beberapa tahun lagilah baru baca.


  4. The Silence of the Lambs (Domba-domba Telah Membisu)The Silence of the Lambs by Thomas Harris
    My rating: 4 of 5 stars

    Judul: The Silence of the Lambs
    Penulis: Thomas Harris
    Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
    Halaman: 473 halaman
    Terbitan: Oktober 1996

    Seorang diri Starling menyusuri koridor remang-remang itu. Ia tidak menoleh ke sel-sel di kedua sisi. Suara langkahnya berkesan keras baginya. Kecuali itu hanya ada suara mendengkur dari satu atau dua sel, serta tawa terkekeh-kekeh dari sel lain...

    Dr. Lecter mengenakan seragam putih rumah sakit jiwa di selnya yang berwarna sama. Kecuali rambut, mata, dan mulutnya yang merah, segala sesuatu di sel itu berwarna putih. Wajahnya sudah begitu lama tidak terkena sinar matahari, sehingga seakan-akan menyatu dengan warna putih yang mengelilinginya; sepintas lalu timbul kesan wajahnya melayang di atas kerah bajunya. Lecter duduk di meja di balik jaring nilon yang menghalanginya dari terali. Ia sedang membuat sketsa pada kertas roti dengan memakai tangannya sebagai model. Sementara Starling menonton, Lecter membalikkan tangan dan, sambil meregangkan jari-jemari, menggambar sisi dalam lengannya. Dengan jari kelingking ia menggosok-gosok salah satu garis yang dibuatnya dengan arang.

    Starling mendekati terali, dan Lecter menoleh.


    “Selamat malam, Dr. Lecter.”


    Ujung lidah Lecter yang merah muncul di antara kedua bibir yang tak kalah merahnya. Sejenak lidahnya menyentuh bibir atas, tepat di tengah, lalu menghilang kembali.


    “Clarice.”


    Starling mendengar suaranya yang parau, dan dalam hati ia bertanya, sudah berapa lama sejak pria itu terakhir angkat bicara. Keheningan seakan berdenyut-denyut.


    Review





    "The Silence of the Lambs" bercerita tentang Clarice Starling, seorang murid Academy, yang dikirim oleh Jack Crawford, Kepala Seksi Ilmu Perilaku, untuk menemui Hannibal Lecter, seorang pembunuh berantai kanibal yang dikenal akan kemampuan psikologinya. Pertemuan yang tidak berjalan mulus justru berakhir dengan penawaran dari Lecter kepada pihak FBI. Clarice pun memulai tugasnya, dengan bantuan Lecter, untuk menangkap Buffalo Bill, seorang pembunuh berantai yang paling dicari saat itu.


  5. Hai, waktunya vlog lagi! Kali ini mau buka paket dari Pilihbuku.com, sekaligus ngobrol sedikit tentang NaNoWriMo 2016.

    Jangan lupa untuk subscribe supaya tidak ketinggalan vlog-vlog baru tentang buku ke depannya.







  6. Salah satu perusahaan teknologi terbesar di dunia, Apple Inc., meluncurkan produk terbaru mereka pada 16 November yang lalu. Kali ini mereka tidak memperkenalkan laptop atau tablet teranyarnya, tapi sebuah buku.

  7. Review Novel: The Ruined Map - Kobo Abe

    Wednesday, November 16, 2016

    The Ruined MapThe Ruined Map by Kōbō Abe
    My rating: 2 of 5 stars

    Judul: The Ruined Map
    Penulis: Kobo Abe
    Penerbit: Tuttle Publishing
    Halaman: 299 halaman
    Terbitan: 2006

    Told in the form, and with the suspense of a mystery novel, The Ruined Map is a melodrama of the mind, its thriller-like excitement allied to a profound mythic quality that has placed Kobo Abe in the forefront of the world's avant-garde novelists. 

    The central character is a detective - a hunter - searching for a missing person in the vast desert of the modern city. The pursuit, violent and nightmarish, leads deeper and deeper into the underworld of Tokyo, through shady commercial enterprises to back-alley nude shows, gangs of outlaws "gypsy" cab drivers, hoodlums preying on junkies and homosexuals, businessmen whose business is corruption and death. 

    As the hunt quickens, the professional disciplines that bind the detective to the real world paradoxically demand that he "become" the man he seeks. He has no choice but to think, act, and feel as he imagines his quarry must. 

    Gradually, he finds his own identity, personality, and map of his once familiar world and self blurring with that of the lost man. In this novel, Abe brilliantly dramatizes the ambiguity and flux of individual identity in the rushing, directionless, packed crowds of contemporary life.

    Review
     
    "The Ruined Map" bercerita tentang seorang detektif yang disewa untuk mencari seorang pria yang menghilang. Istri pria itu ingin tahu kenapa suaminya tiba-tiba saja lenyap. Apakah dia sudah mati, atau hanya pergi meninggalkan sang istri? Dengan berbekal foto dan kotak korek api dari salah satu rumah kopi, si detektif tanpa nama memulai pencariannya.

    Sebenarnya agak kurang tepat kalau mau menyebut "The Ruined Map" ini sebagai novel detektif. Ya, memang tokoh utamanya detektif dan misinya adalah mencari orang, tapi sebenarnya bukan itu tujuan utama novel ini. Novel ini justru lebih fokus pada bagaimana si detektif justru kehilangan dirinya sendiri dalam pencariannya.