Rss Feed
  1. Opera Orang KayaOpera Orang Kaya by Ita Sembiring
    My rating: 1 of 5 stars

    Judul: Opera Orang Kaya
    Penulis: Ita Sembiring
    Penerbit: Gagas Media
    Halaman: 272 halaman
    Terbitan: 2009

    Kisah ini bermula di London, saat Gre Kinayan memandu 27 anak yang ikut summer course di negara Robin Hood itu. Sebelas tahun kemudian, di Negeri Kincir Angin, Gre bertemu dengan salah seorang peserta, Aninda Lana. Aninda yang superheboh membawa Gre kembali ke dunia sebelas tahun lalu, saat cerita-cerita bercecer di antara panasnya Oxford di musim panas, indahnya Paris, dan sendunya musim dingin di Holand.

    Sebelas tahun lalu, bersama anak-anak kaya itu, Gre memulai sebuah opera. Opera yang ternyata belum terselesaikan, bahkan oleh Gre sendiri. Kini, setelah mereka bertemu kembali, mampukah Gre membuka rahasia yang selama ini telah dia rekat rapat-rapat?

    Review

    Sebenarnya saya sudah punya feeling gak enak waktu menyentuh buku ini. Judul dan kovernya bikin gak nahan. Cuma waktu itu, di festival buku, saya pikir-pikir masa sudah jauh-jauh ke sana beli cuma 1 buku doang? Akhirnya saya beli juga novel ini dan 1 novel lainnya.

    Ternyata dugaan saya benar. Buku ini mengecewakan.

    Pertama, tidak ada konflik. Sama sekali. Sampai pertengahan saya bahkan masih bingung ini buku sebenarnya mau cerita soal apaan. Cerita awalnya sendiri soal pertemuan kembali antara Gre dengan Aninda Lana, salah seorang anak yang pernah dia pandu saat student exchange 11 tahun yang lalu. Kemudian dari sana dia bertemu kembali, walau hanya secara virtual, dengan sebagian besar anak-anak yang dia pandu dulu. Mulailah mereka bernostalgia dan saling bertukar kabar.

    Ya, itu memang plot besar novel ini. Nostalgia. Konfliknya? Gak ada.

    Kedua, multiple POV di sini gak membantu. Saya merasa POV-nya di sini malah ganggu dan bukannya menambah pemahaman saya akan keseluruhan cerita. Sebentar POV-nya Gre. Nanti pindah ke Lana. Terus berganti lagi ke anak-anak yang ikutan pertukaran pelajaran. Mana mereka cuma pada ngegosip dan cerita hal-hal yang gak penting lagi. Haish.

    Ketiga, ending. Saya merasa akhir cerita ini aneh. Masuk akal? Masuk akal sih, karena memang sudah ada petunjuk soal itu sebelumnya, tapi aneh. Soalnya tanpa ba bi bu si Gre tiba-tiba aja ke Oxford buat nyari cinta lamanya yang terpendam. Udah gitu di sisa 2-3 halaman terakhir pula. Ternyata inilah "konflik" di buku ini. Soal cinta terpendamnya Gre. Telat banget munculnya.

    Kempat, tidak ada karakter menarik. Semuanya setipe. Anak orang kaya yang pada mengekspor diri dan akhirnya nikah atau kumpul kebo dengan produk lokal/impor di negeri orang. Ok, mungkin kecuali Gre yang masih jomblo dan beberapa orang yang cuma disebut kalau masih tinggal di Indonesia.

    Secara keseluruhan, baik dari segi cerita maupun karakter sama sekali tidak menarik bagi saya. Makanya saya kasih 1 bintang sesuai deskripsi Goodreads. Didn't like it

    Buku ini untuk tantangan baca:
    - 2013 New Authors Reading Challenge
    - 2013 Indonesian Romance Reading Challenge


    View all my reviews


  2. 0 comments :

    Post a Comment