Rss Feed
  1. Perkara Pertama / 1st to Die (Women's Murder Club #1)Perkara Pertama / 1st to Die by James Patterson
    My rating: 1 of 5 stars

    Judul: Perkara Pertama / 1st to Die
    Penulis: James Patterson
    Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
    Halaman: 472 halaman
    Terbitan: Oktober 2004

    Lindsay, inspektur divisi pembunuhan; Claire, pemeriksa medis; Jill, penuntut umum; dan Cindy, wartawan kriminal.

    Empat wanita bekerja sama mengungkap pembunuhan berantai di San Fransisco yang membunuhi pengantin baru secara keji.

    Dengan menggunakan bakat, keberanian, dan kecerdasan, keempatnya bertekad menyingkap siapa pembunuh yang sebenarnya... sebelum makin banyak korban berjatuhan. Tanpa mereka ketahui, sang pembunuh ternyata sudah menebar perangkap untuk menjebak mereka.

    Review

    What the f- did I just read?

    Jadi begini, pertemuan pertama saya dengan Women's Murder Club ini tergolong unik. Soalnya dulu, dulu-banget-entah-tepatnya-kapan, saya pernah main trial game Women's Murder Club ini. Gamenya sih cuma bertipe cari dan temukan, tapi saya cukup tertarik dengan plot kasus yang ditawarkan. Sejak itulah saya awas akan keberadaan seri ini. Makanya saya senang banget waktu menemukan buku ini dijual di tempat sewa buku di dekat tempat saya tinggal.

    Sayang, saya hanya bisa bilang WTH setelah membaca lembaran terakhirnya.

    Karakter mungkin menjadi poin paling kuat di sini. Saya suka pada keempat anggota Women's Murder Club ini. Lindsay digambarkan sebagai seorang inspektur polisi yang tengah berjuang melawan Negli's aplastic anemia, penyimpangan darah yang mengakibatkan tubuh berhenti memproduksi entrosit.

    Di saat yang sama, dia tengah menyelidiki kasus pembantaian pengantin. Para pengantin baru, dibunuh satu-per-satu. Tiga pasang pengantin, semuanya dibantai dengan brutal. Tidak hanya itu, semua pembunuhan itu memiliki unsur seksual di dalamnya.

    Nah, ini novel kriminal kan ya. Jadi seharusnya unsur misteri dan pemecahan pembunuhan menjadi fokus utama. Di bagian inilah saya merasa novelnya parah abis :').

    Penjelasan kasus, pelaku, serta motifnya tidak bisa saya percaya. Not believable enough for me. Si pengarang berusaha untuk menyuntikkan pemikiran, "memangnya kenapa kalau motif pelakunya hanya karena dia seorang pembunuh gila?" dan itu yang kurang bisa saya terima. Sorry banget, tapi saya mengharapkan motif yang jauh lebih matang dari itu.

    Buku ini untuk tantangan baca:
    - 2014 New Authors Reading Challenge


    View all my reviews

  2. 0 comments :

    Post a Comment