Rss Feed
  1. InsurgentInsurgent by Veronica Roth
    My rating: 3 of 5 stars

    Judul: Insurgent
    Penulis: Veronica Roth
    Penerbit: Mizan Fantasi
    Halaman: 551 halaman
    Terbitan: Desember 2012

    "Satu pilihan bisa mengubahmu, atau justru menghancurkanmu."

    Konsekuensi pilihan yang diambilnya membuat Tris terjebak dalam faksi pengkhianat yang membunuh keluarganya. Kini, Tris harus mencoba menyelamatkan orang-orang yang disayanginya, juga dirinya sendiri, sementara benaknya dikacaukan oleh berbagai pertanyaan tentang kesetiaan, identitas, dan pengampunan.

    Ketika ancaman perang dan perpecahan faksi semakin mengancam, Tris harus memutuskan, tetap pada identitasnya sebagai Dauntless atau memunculkan dirinya yang sejati. Sebagai Divergent. Sebuah identitas yang dianggap berbahaya dan dihindari semua faksi.

    Lanjutan seri Divergent yang menjadi Best Fantasy Book di Goodreads Choice Award ini tak mengecewakan pembaca. Seru, menegangkan, namun juga dibumbui dengan kisah cinta, patah hati, dan filosofi menggugah tentang manusia dan kehidupan.

    Review

    Mengandung spoiler!!!


    Sudah dibilangin pakai spoiler loh ya. Sampai ada tiga tanda seru pula.

    Fiuh, luar biasa. Dalam waktu singkat bisa baca novel setebal 551 halaman ini hingga selesai.

    Saya harus mengakui bahwa Veronica Roth piawai dalam membangun cerita dan membuat penasaran. Saya begadang sampai jam setengah tiga pagi untuk menyelesaikan buku ini, saking pengin tahu akhir ceritanya gimana :)).

    Perasaan saya sedikit tercampur soal buku ini. Di satu sisi seru, tapi di sisi lain ada banyak hal yang membuat bertanya-tanya. Seperti tindakan karakter-karakternya: Tris yang di awal buku tampak tidak sedih padahal kedua orang tuanya baru saja meninggal; salah satu orang terdekat Tris yang ternyata, kejutan, pengkhianat (tanpa foreshadowing pula); Tobias yang tanpa rencana pergi ke markas Erudite untuk menyelamatkan Tris; Tris yang mau membantu Marcus tanpa bukti yang jelas; serta Marcus yang kayaknya rempong banget. Rahasianya segitu doang, tapi pakai rahasia-rahasiaan, tidak mau kerja sama dengan kelompok Dauntless & Factionless yang menyerang markas Erudite.

    Untuk rahasianya sendiri... man, The Maze Runner all over again. Saya gagal paham dengan twist-nya TMR, juga gagal paham dengan rahasia tentang kelima faksi di buku ini. Tidak cukup believable untukku.

    Untuk setting dunia yang ada, belum banyak perkembangan yang kuperoleh. Ada beberapa ide yang menarik, seperti soal serum kejujuran Candor (walau terlalu mengingatkan sama veritaserum-nya HarPot), serta sejenis obat yang punya efek seperti narkotika yang menjaga perasaan para Amity tetap tenang, sehingga kedamaian bisa timbul. Rasanya ada suatu kritik yang gelap yang ingin pengarangnya sampaikan di situ.


    Jadi, secara keseluruhan: setting's believability: masih nol besar. Keseruan cerita: tiga bintang.

    Buku ini untuk tantangan baca:
    - 2015 Read Big Reading Challenge
    - 2015 Young Adult Reading Challenge
    - 2015 Lucky No. 15 Reading Challenge


    View all my reviews

  2. Divergent (Divergent, #1)Divergent by Veronica Roth
    My rating: 3 of 5 stars

    Judul: Divergent
    Penulis: Veronica Roth
    Penerbit: Mizan Fantasi
    Halaman: 540 halaman
    Terbitan: Maret 2014

    Satu pilihan, menentukan apa yang harus kau percaya

    Satu pilihan, memastikan siapa yang kau turuti, selamanya

    Chicago, usai perang nuklir yang menghancurkan dunia. Pada usia 16, setiap orang harus mengambil pilihan yang akan menentukan seluruh jalan hidupnya.

    Beatrice memilih meninggalkan Faksi Abnegation yang tanpa pamrih untuk bergabung dengan para pemberani di Faksi Dauntless. Meninggalkan orangtuanya, membuang namanya untuk hidup bersama faksi yang baru. Beatrice menjadi Tris, berharap menemukan jati dirinya bersama para Dauntless. Namun, Tris harus lulus inisiasi terlebih dulu agar bisa diterima. Tak ada jalan kembali. Tak lulus inisiasi berarti Tris akan bergabung dengan orang-orang yang terbuang. Hidup menggelandang.

    Berhasilkah ia bertahan di komunitas yang kadang kebrutalan dianggap sama dengan keberanian?

    Review

    Mengandung spoiler dan banyak jargon.

    Akhirnya baca novel ini juga. Sudah nonton filmnya dari kapan hari, tapi entah kenapa belum begitu tergoda untuk baca novelnya. Padahal filmnya lumayan bagus menurutku. Aktingnya Shailene Woodley sebagai Tris sangat cocok. Pas kapan hari nyebut soal novel ini di Twitter, eh Dhia muncul dan menawarkan buku ini dan Insurgent dengan harga murah meriah. Akhirnya beli dan langsung baca :)).

    Dan... saya tidak kecewa dengan novel ini. Untungnya.

    Keraguan terbesar saya untuk mulai baca novel ini adalah latarnya. Sebuah kota/negara distopia yang dibagi menjadi 5 faksi, dengan masing-masing faksi mewakili suatu jenis kepribadian tertentu? Terasa tidak masuk akal buatku. Bagaimanapun, rasanya sulit untuk memasukkan seseorang ke suatu jenis kepribadian, lalu berharap orang itu akan terus bertindak berdasarkan kepribadian itu. Misalkan: seseorang dikategorikan sanguin, lalu dia diharapkan selalu bersikap ceria, berenergi tinggi, dan tertawa setiap saat. Itu mah gila namanya.

    Btw, saya merasa Dauntless itu ya tipe sanguin dominan.

    Tapi, di dalam novel Divergent ini, ada semacam perasaan mengambang yang kudapat dari sistem faksi ini. Faksi dikondisikan sebagai sesuatu yang bahkan lebih penting dari hubungan darah. "Tanpa faksi, kita takkan memiliki tujuan dan alasan hidup" (hal. 30).

    Nah, saya merasa kalau sistem faksi ini dibuat untuk melakukan cuci otak bagi masyarakat. Entah untuk tujuan apa. Apakah kedamaian? Entahlah. Hal ini kemudian diperkuat oleh perkataan Four kepada Tris.

    Mereka tak ingin kau melakukan suatu hal tertentu. Mereka ingin kau berpikir dengan cara tertentu. Jadi, kau akan mudah dikendalikan, dan kau takkan menjadi ancaman bagi mereka. (hal. 351)


    Pertanyaannya adalah: siapa itu mereka? Para petinggi Dauntless? Kalau iya, apa tidak lebih mudah kalau menerapkan sistem latihan ala militer? Pemerintah? Kaum Abnegation? Kalau melihat kondisi Abnegation di sepanjang cerita, saya kok ragu ya. Soalnya mereka ini bukan tipe pemerintah seperti Kapitol di The Hunger Games. Ataukah sebenarnya mereka ini semacam negara bagian, lalu ada seorang pejabat lagi yang memimpin semuanya? Tidak jelas juga.

    Iya, sampai akhir saya masih merasa ragu dan tidak yakin sama setting novel ini. Banyak hal yang tidak jelas.

    Lalu Dauntless... saya masih merasa kalau faksi ini ada hanya untuk keren-kerenan. Lompat dari lantai sekian dan ditangkap jala, berkelahi... eh, maksudnya latihan fisik, lompat dari kereta, tato, hingga mabuk-mabukan. Lah, gunanya mereka di masyarakat apa sih sebenarnya?

    Walaupun di dalam cerita sudah dibilang bahwa Dauntless yang kini sudah tak seperti yang dahulu lagi *halah, tapi tidak dijelasin gitu loh, kenapa para pemimpinnya mengubah Dauntless menjadi sekumpulan remaja liar macam begini. Iya, remaja. Bahkan Tris saja mempertanyakan ke mana para orang dewasa di Dauntless.

    Untungnya, di tengah semua ketidakjelasan latar yang ada, plotnya enak diikuti. Cara berceritanya mengalir, sehingga saya bisa membaca dengan lancar. Cuma butuh 2 hari untuk menyelesaikan novel yang lumayan tebal ini.

    Jadi, secara keseluruhan: Divergent adalah novel dengan latar yang sangat membingungkan. Untunglah ceritanya enak diikuti kalau mau dibaca dengan mengesampingkan latarnya. Saya berharap bahwa semua tanda tanya yang ada akan terjawab di 2 buku selanjutnya.

    Buku ini untuk tantangan baca:
    - 2015 Read Big Reading Challenge
    - 2015 Young Adult Reading Challenge
    - 2015 New Authors Reading Challenge
    - 2015 Lucky No. 15 Reading Challenge


    View all my reviews

  3. Review Novel: Kismet - Nina Addison

    Saturday, March 28, 2015

    KismetKismet by Nina Addison
    My rating: 4 of 5 stars

    Judul: Kismet
    Penulis: Nina Addison
    Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
    Halaman: 296 halaman
    Terbitan: Maret 2015

    kismet//takdir//destiny. Kata yang melibatkan semacam rahasia kosmik, yang memberi letupan kejutan di sana-sini dalam hidup seseorang, menggiringnya ke tempat ia seharusnya berada.

    Konsep itu menggelikan bagi Alisya.

    Tetapi ketika di tengah hiruk pikuk New York City ia bertemu dengan Cia, perempuan yang seketika menjadi sahabatnya, Alisya bertanya apakah takdir sedang bekerja? Lalu muncul Raka, satu-satunya cowok yang bisa membuat Alisya jatuh cinta. Lelaki yang, lagi-lagi, dibawa takdir masuk ke hidupnya. Sayangnya, takdir yang satu ini berpotensi menghancurkan persahabatannya dengan Cia. Jadi, mana yang harus ia pilih?

    Orang bilang persahabatan itu kekal, untuk seumur hidup. Namun, bukankah cinta sejati juga demikian?

    Review

    Terima kasih untuk Mas Ijul @fiksimetropop dan Mbak Nina Addison yang sudah memberikan buku ini sebagai buntelan untuk #BacaBarengMinjul. Lumayan seru juga ikutan baca bareng via Twitter ini.

    Kismet ini terbagi atas 2 bagian. Bagian masa lalu yang bercerita tentang pertemuan Al dengan Cia di New York. Awal hubungan mereka sebagai teman berbagi apartemen tidak berjalan mulus. Namun saat semua ketegangan berhasil diatasi, Al dan Cia malah menjadi sepasang BFF. Di lini waktu ini jugalah Al bertemu dengan Mr. Gajah, orang yang kemudian memengaruhi kehidupan Al.

    Bagian kedua bercerita tentang "masa kini". Saat ketika Al kembali ke Indonesia, menemui fakta tentang Mr. Gajah, serta bertemu dengan Raka, seorang pria yang mampu membuat Al deg-degan.

    Saya suka banget sama ceritanya, khususnya di paruh awal cerita. Melihat bagaimana hubungan Al dan Cia awalnya terbentuk, saya merasa takjub. Soalnya mereka berdua ini bagaikan langit dan bumi kepribadiannya. Al adalah seorang gadis yang kalem, sementara Cia sangat meledak-ledak. Melihat bagaimana mereka jatuh-bangun berjuang untuk hidup di New York, serta memperoleh kisah cinta, sangat menarik untuk diikuti.

    Bagian keduanya, bisa kubilang tipikal Metropop. Kehidupan perkotaan yang wah, bahasa Inggris berhamburan (dan jumlahnya sangat banyak di novel ini, walau kuakui kalau penggunaannya enak), dan, tentunya, cowok super hot.

    Apalah arti Metropop tanpa cowok berwajah ganteng dan berbodi six packs.

    Eits, tapi bukan berarti bagian keduanya ini klise loh. Tetap enak dibaca dan seru juga mengikuti perjuangan Al membangun usaha pakaiannya.

    Secara keseluruhan, Kismet adalah sebuah novel dengan gaya penulisan yang mengalir dan enak dibaca. Ceritanya juga menarik untuk diikuti. Ada banyak kelokan serta naik-turun dalam plotnya yang membuat saya penasaran hingga akhir.



    Buku ini untuk tantangan baca:
    - 2015 New Authors Reading Challenge
    - 2015 Lucky No. 15 Reading Challenge
    - 2015 100 Days of Asian Reads

    View all my reviews


  4. Judul: Majalah Komik Wook Wook Vol. 01
    Penerbit: Muffin Graphics (imprint PT. Mizan Pustaka)
    Halaman: 128 halaman
    Terbitan: Maret 2015

    Ada yang bingung kenapa format reviewnya beda dari biasanya? Soalnya di Goodreads (seharusnya) tidak boleh memasukkan majalah. Makanya format ulasannya jadi beda. Biasanyakan saya copas review yang ditulis di Goodreads XD

    Ceritanya Sabtu siang ini saya pergi ke toko buku. Rencana awal sih cuma mau beli "Remedy" pesanan orang, tapi yah, tahulah. Pasti jadinya muter-muter, pegang-pegang, dan akhirnya beli buku lain juga. Padahal belum gajian :)).

    Pas lewat bagian komik, saya tertarik dengan kover buku ini. Ada gambar kijang berbadan manusia dengan baju kotak-kotak. Karena kebetulan ada satu yang plastiknya terbuka, jadilah saya coba baca. Dan... gara-gara komik yang kubaca itu lucu banget, jadinya beli majalah ini deh :)).

    Wook Wook adalah majalah komik yang menampung karya anak bangsa. Di volume pertamanya ini ada 4 cerita dengan genre dan gaya gambar yang beda banget. Buat yang pernah baca majalah komik seperti: Shonen Star, Hanalala, atau Nakayoshi, pasti familiar dengan format satu chapter per volume yang juga dipakai oleh Wook Wook.

    Light (Cahaya) - Dhang Ayupratomo
    Komik fantasi yang bercerita tentang terbukanya portal antara dunia manusia dan "dunia lain" yang dipenuhi monster. Portal yang terbuka karena percobaan manusia itu menimbulkan bencana yang memusnahkan 75% populasi manusia.

    Tokoh utamanya adalah Vera, seorang peneliti(?) yang berusaha menutup lubang dimensi yang ada. Suatu hari dia bertemu dengan Ruiz, seorang pemuda berpakaian aneh yang ternyata seorang Ksatria Magnian dari Kerajaan Ersia. Jangan tanya apa maksudnya, karena belum ada penjelasan lebih jauh soal Magnian dan Ersia di bab ini.

    Sejauh chapter 1, saya gak bisa bilang apa-apa ya. Ceritanya masih menyisakan banyak pertanyaan soalnya. Tapi, saya lumayan suka dengan gambarnya.

    Menembus Jantung Pertahanan - Juan Salman Fadli
    Komik sepak bola yang bercerita tentang Sakti, seorang anak kelas 1 SMP yang punya cita-cita untuk jadi pesepak bola profesional. Masalahnya, Sakti ini begitu tergila-gila pada olahraga satu ini hingga pelajarannya, tampaknya, agak terbengkelai.

    Eh, jujur kurang gitu suka sih sama komik ini. Ini murni selera aja. Soalnya kadang komik olahraga kan suka lebai gak ketulungan, jadi sering kurang sreg bacanya. Tapi, mari kita lihat ke depannya akan bagaimana komik ini.

    Si Kijank - Fajar Rizki Triadhi
    Ini cerita yang kubaca di toko buku. Ceritanya tentang seseorang, yang kemudian dipanggil Jang oleh temannya, yang merasa bosan dengan kehidupannya. Gara-gara berteriak ingin hidup yang berbeda, dia disambar petir dan berubah menjadi kijang bertubuh manusia.

    Ceritanya mengambil pola 4 panel. Gambarnya sederhana, tapi lucu. Suka banget lihat ekspresinya si Kijank, apalagi kalau dia pasang muka kayak emotikon =_=". Ceritanya juga lucu. Suka banget deh sama komik ini.

    Mallique - Ahmad Alhamra Putra
    Ini juga komik yang mengambil tema fantasi. Bercerita tentang Lintar, seorang pria yang mampu melihat Qorian, makhluk kasat mata yang hidup dengan memakan dosa manusia. Ceritanya lebih bersifat urban fantasy dengan misteri, kasus korupsi, serta seorang pria misterius yang tampaknya menjadi antagonis bagi Lintar.

    Ini juga salah satu komik yang saya suka. Gambarnya bagus dan ceritanya lumayan memancing rasa penasaran.

    That's it. Kalau harus memberi bintang seperti di Goodreads, saya bakal beri nilai 4/5 bintang untuk majalah Wook Wook ini. Cerita-ceritanya bagus soalnya. Semoga bisa terbit dengan konsisten majalahnya :D.

  5. Hai, semuanya. Apa kabarnya di (menjelang) akhir bulan Maret ini? Bulan ini blog "A Life" cukup sibuk. Sejauh ini sudah ada 13 buku yang diulas (plus masih ada 1 utang review), 2 Giveaway, dan 1 blog tour!

    Bulan depan juga akan ada kesibukan di blog ini. Sudah ada rencana untuk 1 lagi blogtour dengan salah satu penerbit. Plus, mungkin akan ada 1 blogtour lagi oleh salah seorang penulis. Yang kedua ini saya juga belum tahu pastinya bagaimana. Belum ada kabar lanjutan soalnya :)). Tapi yang pasti, ini berarti bakal ada giveaway lagi di blog ini bulan April nanti :D.

    Anyway, bulan ini saya berhasil menyelesaikan 6 buku yang saya masukkan di RTTR yang lalu. Sedikit rekapnya:

    1. Vandaria: Tabir Nalar - Rynaldo Cahyana Hadi (review)
    2. Bioshock: Rapture - John Shirley (sudah baca, belum review)
    3. The Martian - Andy Weir (review)
    4. The Fifth Wave - Rick Yancey (review)
    5. Fade - Lisa McMann (review)
    6. Gone - Lisa McMann (review)

    Untuk bulan April nanti, saya akan mengambil tema "Classic and Fresh From the Oven". Alias novel-novel klasik dan yang baru saja terbit. Pengertian klasik saya di sini tidak harus buku-buku dari abad ke-19 atau lebih tua lagi. Bisa juga yang terbit di abad ke-20 (tahun 1900-an) dan sudah dianggap klasik. 

    Daftar bukunya:
    1. Pride and Prejudice - Jane Austen (1813)
    2. The Great Gatsby - F. Scott Fitzgerald (1925)
    3. To Kill A Mockingbird - Harper Lee (1960)
    4. Perfection - Farrahnanda (2015) 
    5. Rust in Pieces - Nel Falisha (2015)
    6. Falling - Rina Suryakusuma (2015)

               

    Btw, ini sepenuhnya kebetulan kalau buku klasiknya bahasa Inggris semua, sementara buku barunya bahasa Indonesia semua :)).

    Itu dia rencana membabat daftar to-read bulan depan. Semoga bisa baca semuanya ^^.

  6. Last RoommateLast Roommate by Theresia Anik
    My rating: 3 of 5 stars

    Judul: Last Roommate
    Penulis: Theresia Anik
    Penerbit: Stiletto Book
    Halaman: 204 halaman
    Terbitan: Juni 2012

    Renata Camelia, seorang perempuan biasa-biasa saja. Penampilannya biasa, pekerjaannya biasa (kalau tidak bisa dibilang membosankan), kondisi keuangannya juga biasa (metafor dari pas-pasan), dan dia belum punya pacar di usia matang. Benar-benar terlalu biasa.

    Yang luar biasa adalah rekornya berganti teman seapartemen hingga empat kali dalam dua tahun. Kepolosan dan kebaikan hati Renata sering disalahartikan oleh teman seapartemennya tersebut. Padahal sebenarnya, dia hanya menginginkan seseorang yang bisa menjadi sahabatnya. Bukan gadis bermulut manis tapi berbisa, bukan cewek oportunis, atau malah cewek minderan yang hanya bisa hidup di dunia fantasi.

    Beruntunglah akhirnya Renata menemukan teman lebih dari apa yang diharapkannya. Seorang cowok bernama Nesta yang membuatnya kembali merasa bahagia, utuh dan terlindungi. Apalagi Renata bisa tetap bebas mondar-mandir di apartemennya dengan hanya memakai celana pendek atau bahkan berkeliaran dengan bikini saja, karena Nesta adalah seorang gay.

    Tunggu, tapi apakah benar Nesta adalah seorang gay seperti pengakuannya? Karena ternyata Nesta juga punya begitu banyak rahasia. Dan seperti bom waktu, akhirnya rahasia-rahasia itu meledak dan membuat Renata seperti terpental sampai ke bulan.

    Review

    Salah satu hadiah dari lomba foto di Instagram oleh Stiletto Book. Thank you, Stiletto Book :D.

    Saya lumayan suka dengan buku ini. Cara berceritanya enak, mengalir, lucu, dan dialognya banyak yang seru. Yah, sesuai harapan saya untuk kategori Chicklitlah. Tapi sayangnya, ceritanya mudah tertebak.

    Untuk karakternya, Renata ini cukup oke buatku. Dia kesannya tokoh utama wanita yang murni dan polos, walau kadang suka suudzon menurutku :)). Misalnya, waktu Francis, teman bandnya Nesta menginap di apartemen. Pas lihat Francis pakai bajunya Nesta, si Renata berpikir,

    Aku selalu bertanya-tanya apakah Francis juga gay. Mengingat saat ini dia memakai kaos Nesta, barangkali memang dia gay, bahkan barangkali mereka pacaran. (hal. 132)


    Reaksi:


    Hah, jadi ingat statusnya Mbak Luckty yang bilang kalau susah jadi cowok. Kalau sendiri dibilang jones, berdua dibilang homo, bertiga dibilang boyband. Pinjam baju aja bisa dibilang gay.

    Mengenai twist ceritanya, kurasa blurb-nya membeberkan sedikit terlalu banyak. Dan di dalam ceritanya juga, petunjuknya terlalu jelas untuk menebak apa yang akan terjadi.

    Akhir ceritanya rasanya agak terburu-buru buatku. Saya juga heran kenapa penulisnya tidak menampilkan saja adegan klimaksnya? Malah melewatinya, lalu membukanya dengan gaya "tell". Apakah tujuannya untuk menyimpan fakta yang ada, agar pembaca terus membalikkan halaman? Kalau iya, jujur kurang worth it, karena saya rasa akan lebih menarik kalau konflik utamanya dibuat "show".

    Secara keseluruhan, "Last Roommate" adalah sebuah novel yang cukup baik. Cara berceritanya enak dan typo jauh lebih sedikit ketimbang buku hadiah yang satunya lagi. Sayang alur cerita menjelang akhir agak terburu-buru, tokoh cowoknya agak satu dimensi, dan jujur saya kurang menangkap chemistry antara Renata dan tokoh pria utama.

    Dua setengah bintang, pembulatan ke atas.

    Buku ini untuk tantangan baca:
    - 2015 New Authors Reading Challenge
    - 2015 Lucky No. 15 Reading Challenge
    - 2015 100 Days of Asian Reads Reading Challenge

    View all my reviews

  7. Wishful Wednesday #57

    Wednesday, March 25, 2015

    Selamat hari Rabu semuanya! Ketemu lagi di Wishful Wednesday, tempat curhat buku yang sedang diidam-idamkan :)).

    Untuk WW kali ini, buku pilihan saya adalah:

    Still Alice
    by: Lisa Genova

    Dari Goodreads:

    Alice Howland is proud of the life she worked so hard to build. At fifty years old, she’s a cognitive psychology professor at Harvard and a world-renowned expert in linguistics with a successful husband and three grown children. When she becomes increasingly disoriented and forgetful, a tragic diagnosis changes her life--and her relationship with her family and the world--forever.

    At once beautiful and terrifying, Still Alice is a moving and vivid depiction of life with early-onset Alzheimer’s disease that is as compelling as A Beautiful Mind and as unforgettable as Judith Guest's Ordinary People.



    Yup, "Still Alice". Novel yang mengangkat tema Alzheimer dan sudah difilmkan pada 2014. Julianne Moore memperoleh banyak penghargaan untuk perannya sebagai Alice. Academy Award untuk kategori Best Actress adalah salah satu piala yang berhasil Moore sabet. Selain itu ada Kristen Stewart juga di film ini. Aktingnya sebagai Lydia, anak bungsu Alice, juga memperoleh kritik yang bagus.

    Poster film "Still Alice"

    Bukunya sendiri katanya akan diterjemahkan oleh Penerbit Erlangga, tapi kayaknya belum ada kabar lagi soal hal itu.

    Itu dia WW saya kali ini. Buku apa yang masuk di wishlist-mu?


  8. Tabir Nalar (Vandaria Saga)Tabir Nalar by Rynaldo Cahyana Hadi
    My rating: 2 of 5 stars

    Judul: Tabir Nalar
    Penulis: Rynaldo Cahyana Hadi
    Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
    Halaman: 303 halaman
    Terbitan: Oktober 2012

    Setelah tiga ribu tahun lamanya berkuasa, akhirnya dominasi bangsa frameless terhadap manusia diruntuhkan oleh Raja Tunggal. Kini kedudukan bangsa frameless dan manusia setara. Namun tidak semua pihak senang akan kesetaraan itu. Sebuah organisasi rahasia muncul dan mengoyak kedamaian antara frameless dan manusia dengan serangkaian pembunuh.

    Cervale Irvana, sang pembaca pikiran, berusaha menguak misteri di balik pembunuhan itu. Ia membuka rahasia organisasi misterius itu dan menemukan kenyataan yang sulit ia percayai

    Review

    Akhirnya saya baca novel ini. Sudah memasukkan buku ini ke daftar "to-read" sejak dia pertama rilis, tapi akhirnya baru sekarang beli e-booknya :)).

    Anyway, "Tabir Nalar" ini bisa dibilang sebagai kisah detektif ala Vandaria. Ceritanya berpusat pada Cervale Irvana, seorang frameless dengan kemampuan membaca pikiran, yang menyelidiki kematian para anggota Dewan Majelis Raja Tunggal, sebuah dewan yang bertujuan untuk menjaga keselarasan hidup antara manusia dan frameless.

    Saya suka dengan keputusan untuk membuat cerita seperti itu. Soalnya, buku-buku Vandaria yang sebelumnya kubaca lebih berfokus pada petualangan yang bersifat epik. Perjalanan, melawan sekian banyak monster, atau konflik antara 2 kerajaan tidak ada di sini. Untuk "Tabir Nalar" ini, latarnya hanya di satu tempat, pertarungan bukan dengan monster, serta konflik lebih bersifat internal. Hal-hal ini, plus cerita ala detektifnya, membawa angin segar bagi serial ini.

    Lalu kenapa saya hanya memberi 2 bintang untuk buku ini? Karena saya butuh waktu yang lama untuk bisa tertarik dengan ceritanya. Bahkan setelah ada beberapa pembunuhan awal pun, saya masih merasa adem ayem aja.

    Mungkin yang jadi permasalahan buatku adalah sudut pandangnya. POV 1 dari sisi seorang frameless rentan minim emosi dan hal itu yang terjadi di sini. Cervale sangat jarang menunjukkan suatu jenis perasaan. Walau ini sesuai dengan deskripsi frameless, sebagai pembaca saya jadi kurang begitu peduli dengan apa yang sedang terjadi. Dan soal POV ini, di bagian-bagian akhir entah kenapa bisa tiba-tiba terjadi selip perpindahan ke POV 3.

    Dan untuk pelakunya... yah, cukup mudah untuk menebak siapa dalang sebenarnya. Untuk motif pelakunya, cukup believable, tapi terasa dangkal untukku. Saya sih berharap motifnya bakal lebih berlapis dari itu :').

    Secara keseluruhan, it was ok. Saya suka dengan idenya. Penulisannya juga sudah bagus. Saya juga suka dengan adegan pertarungan yang penulisnya buat. Sangat dinamis dan seru untuk diikuti. Sayangnya, narasi yang ada terasa minim emosi. Whodunit yang ada juga kurang menantang.

    Buku ini untuk tantangan baca:
    - 2015 New Authors Reading Challenge
    - 2015 Lucky No. 15 Reading Challenge


    View all my reviews

  9. Dunia TrisaDunia Trisa by Eva Sri Rahayu
    My rating: 4 of 5 stars

    Judul: Dunia Trisa
    Penulis: Eva Sri Rahayu
    Penerbit: Stiletto Book
    Halaman: 296 halaman
    Terbitan: Oktober 2011

    Trisa, seorang wanita enerjik berumur 25 tahun, sangat terobsesi menjadi akrtis terkenal. Sayangnya, dunia entertainment yang penuh persaingan, seperti tidak memberinya kesempatan. Hal itu hampir membuatnya frustrasi.

    Status DO dari tempat kuliahnya sudah disandang sejak dia sibuk casting dimana-mana. Hubungan rumitnya dengan tiga laki-laki semakin membuat hidupnya kalang kabut. Bian, seorang vokalis band terkenal yang menganggap Trisa sebagai cewek gampangan. Desta, sahabat setia sekaligus orang yang mencintainya dengan tulus, didepaknya hanya karena Desta bukan selebriti. Dan terakhir, Adam, manajernya sendiri. Hampir saja Trisa memilih Adam, seandainya saja dia bukan pria yang dicintai Errie, seorang sutradara yang akhirnya bisa mengangkat karirnya. Di tengah masalah yang menimpanya, dia juga harus kehilangan sahabat terbaiknya.

    Mampukah Trisa bertahan? Apakah Trisa bisa meraih semua mimpinya? Dan, siapakah sebenarnya pria yang mampu merebut hatinya?

    Review

    Terima kasih untuk Stiletto Book yang sudah mengirimkan buku ini. Ceritanya "Dunia Trisa" ini adalah salah satu hadiah lomba foto di Instagram yang saya ikuti. Lumayan, dapat 2 buku dan aksesoris.
    Hadiahnya

    Dari blurb-nya sudah kelihatan ya ceritanya seperti apa. Mungkin agak kebanyakan beberan sih, tapi tidak mengganggu kenikmatan membaca buku ini kok. Karena ceritanya seru banget.

    Pas mulai membaca, saya merasa kalau Trisa ini tipe ambisius berlebih dan rada egois. Tapi, pelan-pelan penulisnya menunjukkan bahwa memang itu salah satu poin ceritanya. Trisa kemudian mulai ditunjukkan perubahannya dan akhirnya saya suka dengan wanita ini.

    Ceritanya sangat kuat untuk saya. Masalah bertubi-tubi datang menerjang hidup Trisa. Mulai dari nyaris DO, jatuh-bangun mengerjakan skripsi, sampai kena gosip yang membuat pamornya turun. Saya sempat mikir, ini kayak novelnya Agnes Jessica. Penulisnya hobi "menyiksa" karakter utamanya dengan masalah :)).

    Selain itu, novel ini juga lucu. Dan yang paling mengagumkan adalah: tidak ada satu pun bagian yang terasa garing buatku. Duh, keren banget bisa buat novel yang lucu tapi gak garing/jayus kayak gini :').

    Masalah terbesar novel ini ada di teknis penulisannya. Typo level: dewa. Typo-nya kebangetan di sini. Mulai dari kesalahan penulisan 'di' sebagai kata depan, salah eja, sampai penggunaan bahasa Inggris yang salah. Dan secara berturut-turut, ini novel kedua Stiletto, yang kubaca, yang salah menyebutkan angel sebagai angle (hal. 268). Sebelumnya pas baca "This Guy Is Mine" (review di sini) juga ada hal ini.

    Dan satu lagi... entah kenapa bisa ada serangga (nyamuk?) mati di dalam buku ini :'). Padahal bukunya masih segel loh waktu saya terima.

    "Hadiah" tambahan

    Secara keseluruhan, walau dengan typo berjibun dan "hadiah" tambahannya, Dunia Trisa ini novel yang seru banget. Ceritanya lucu dan mengharukan. Penulisnya sukses mengaduk-ngaduk emosi saya sebagai pembaca.

    Buku ini untuk tantangan baca:
    - 2015 New Authors Reading Challenge
    - 2015 Lucky No 15 Reading Challenge
    - 2015 100 Days of Asian Reads Reading Challenge

    View all my reviews

  10. Gloomy GiftGloomy Gift by Rhein Fathia
    My rating: 4 of 5 stars

    Judul: Gloomy Gift
    Penulis: Rhein Fathia
    Penerbit: Bentang Pustaka
    Halaman: 288 halaman
    Terbitan: Maret 2015

    Kupandangi kamu dengan wajah memelas. Berharap kamu mau menyingkap apa yang sedang kita alami sekarang. Kamu tetap pada pendirianmu, bungkam. Pura-pura tak ada hal besar yang baru saja terjadi.

    Bagaimana mungkin semua baik-baik saja? Di hari pertunangan kita, segerombolan orang menyerbu rumah. Tembakkan diletuskan. Peluru. Jeritan orang-orang. Dan, kamu membawaku kabur masih dengan kebaya impian yang kini terasa menyiksa dipakai di saat yang tak sepantasnya.
    Hari yang seharusnya bahagia, menjelma tegang dan penuh tanya. Kenapa kita harus lari? Belum cukupkah aku mengenalmu sejauh ini?

    Aku tak siap menyambut kenyataan. Tak siap jika harus kehilangan. Tak kuat menahan rasa takut yang berkepanjangan.

    Review

    Akhirnya direview juga, yah. Kemarin keasyikan baca buku lain sih. Batal deh tulis reviewnya XD.

    "Gloomy Gift" ini adalah salah satu novel yang sukses menarik perhatian saya hanya dari kovernya. Kapan hari pernah lihat penulisnya mengajukan poling antara 2 bakal kover yang ada. Waktu itu saya lebih suka kover yang sekarang ini.

    Bakal kover

    Yeah, saya juga kurang paham kover yang sebelah kiri itu apaan :').

    Anyway, "Gloomy Gift" ini bercerita tentang Kara, seorang gadis yang akan segera bertunangan dengan pacarnya, Zeno. Selama ini Kara mengenal Zeno sebagai seorang arsitek, tapi saat ada sekelompok orang menyerbu rumahnya saat hari pertunangan mereka, barulah Kara tahu bahwa Zeno sebenarnya memiliki kehidupan lain. Sebuah kehidupan yang penuh bahaya.

    Yeah, romance dan aksi. Formula yang kalau diolah dengan tepat, pasti akan jadi favorit banyak orang. Dan Rhein Fathia cukup berhasil mengolah cerita ini dengan baik.

    Saya suka dengan alur Kara dan Zeno yang terpaksa melarikan diri dan harus berpindah-pindah untuk menghindari pengejar mereka. Melihat kebingungan Kara dan Zeno yang super protektif, membuat saya merasakan chemistry yang kuat di antara mereka. Aksinya juga cukup baik. Kurang banyak dan kurang intens untuk seleraku, tapi cukuplah.

    Yang kurang saya suka dari novel ini ada di karakter utamanya. Yang mana ayo? Jawabannya yang Kara-nya. Duh, sumpah. Kara yang naif dan pasif di sepanjang cerita bawaannya bikin BT aja. Saya cukup paham sih kenapa karakternya seperti itu. Secara logika karakter juga masuk akal, tapi... entah ya. Saya tidak melihat ada satu momen yang membuat Kara terlihat "wah". Untukku, di antara entah berapa banyak karakter yang ada di buku ini, Kara yang paling tidak menarik.

    Tapi, berhubung buku ini ditutup dengan gaya ini-mau-ada-sekuelnya-loh, semoga Kara bisa lebih berkembang di buku berikutnya. Minimal tidak senaif di sini.

    Secara keseluruhan: buat yang suka genre romance dan aksi, serta tokoh utama cowok yang keren dan protektif, buku ini patut dibaca.

    "Satu serbuan, tiga tembakan, dikuntit, dan tenggelam, apa sekarang aku boleh tahu bagaimana situasi yang sedang kita hadapi?"

    "Situasi apa pun, aku hanya ingin kamu menurut dan tidak lepas dari pengawasanku."

    "Kenapa?"

    "There's no safer place in world than right here with me, Kara." (hal. 152)


    Buku ini untuk tantangan baca:
    - 2015 New Authors Reading Challenge
    - 2015 Lucky No. 15 Reading Challenge
    - 2015 100 Days of Asian Read Reading Challenge

    View all my reviews

  11. The ImmortalThe Immortal by Christopher Pike
    My rating: 4 of 5 stars

    Judul: The Immortal
    Penulis: Christopher Pike
    Penerbit: Simon Pulse
    Halaman: 213 halaman
    Terbitan: Juli 1993

    Josie is on vacation in Greece with her father, his new girlfriend, and her best friend. While visiting the sacred island of Delos, she accidentally stumbles upon an artifact-a tiny statue of a Goddess. Immediately Josie is enchanted by the statue and she takes it with her when she leaves the island.

    Then the trouble starts. A guy takes her for a boat ride and she is almost killed. Then the image of the Goddess begins to haunt her dream. The goddess wants something from Josie that she doesn’t want to give.

    The immortal wants to be mortal.

    The Goddess wants Josie’s life.

    Review

    Itu blurb-nya kebalik. Yang susun siapa sih? :')

    "The Immortal" bercerita tentang Josie, seorang gadis yang pergi liburan ke Yunani bersama ayah, pacar ayahnya, serta sahabat baik Josie yang bernama Helen. Saat kunjungannya ke Delos, Josie mendapatkan sebuah bayangan tentang Gunung Olympus dan dewa-dewi yang hidup di sana. Bayangan ini semakn parah setelah dia hampir tenggelam di lautan dan kembali terdampar di Delos. Di saat itulah dia menemukan sebuah patung dewi berukuran mini. Patung yang memberikannya visi tentang dua orang dewi yang bertikai, Sryope dan Phthia.

    Saya tidak punya ekspektasi apa-apa saat mulai membaca. Buku ini cuma kebetulan kubeli murah dari salah satu perpustakaan yang, tampaknya, lagi menjual koleksi yang jarang dipinjam. Nama pengarangnya somehow familiar, tapi saya juga tidak sepenuhnya yakin. Setelah dicek, Christopher Pike ini ternyata terkenal dan sangat produktif untuk urusan novel remaja :)).

    Akhirnya, saya menikmati buku ini. Ceritanya ringan dan mudah dibaca. Bukunya bisa selesai kubaca dalam sehari. Saya suka bagaimana penulis membuat kisah dua dewi rekaan yang terasa begitu nyata. Awalnya kukira kisah Sryope dan Phthia ini semacam retell, tapi saya tidak berhasil menemukan mitologi Yunani yang berhubungan dengan dua nama ini.

    Kisah liburan Josie yang berubah jadi malapetaka juga enak diikuti. Ada jalan-jalannya, ada summer fling-nya, dan juga ada unsur misteri. Akhir ceritanya juga lumayan mengejutkan untukku sih. Penulisnya sukses bikin bertanya-tanya hingga akhir. Ah, jadi tambah pengin ke Yunani XD.

    Buku ini untuk tantangan baca:
    - 2015 Young Adult Reading Challenge
    - 2015 New Authors Reading Challenge
    - 2015 Lucky No. 15 Reading Chalenge


    View all my reviews


  12. The Wind Leading to LoveThe Wind Leading to Love by Yuki Ibuki
    My rating: 5 of 5 stars

    Judul: The Wind Leading to Love
    Penulis: Yuki Ibuki
    Penerbit: Penerbit Haru
    Halaman: 342 halaman
    Terbitan: Maret 2015

    Rasa sakit itu merupakan bukti kalau kita masih hidup.

    Suga Tetsuji depresi. Menuruti saran dokter, dia mengasingkan diri di sebuah kota pesisir, di sebuah rumah peninggalan ibunya. Namun, yang menantinya bukanlah ketenangan, tapi seorang wanita yang banyak omong dan suka ikut campur bernama Fukui Kimiko.

    Fukui Kimiko kehilangan anak dan suaminya, dan menyalahkan dirinya sendiri sebagai penyebab kematian mereka berdua. Dia menganggap dirinya tidak pantas untuk berbahagia.

    Setelah menyelamatkan Tetsuji yang nyaris tenggelam, Kimiko menawarkan bantuan pada pria itu untuk membereskan rumah peninggalan ibunya agar layak jual. Sebagai gantinya, wanita itu meminta Tetsuji mengajarinya musik klasik, dunia yang disukai anaknya.

    Mereka berdua semakin dekat, tapi….

    Review

    "The Wind Leading to Love" bercerita tentang Suga Tetsuji, seorang pria Tokyo yang mengasingkan diri ke Miwashi, sebuah kota yang dikelilingi gunung dan laut. Tetsuji pergi ke sana untuk merapikan rumah peninggalan ibunya, sekaligus menenangkan diri dari stressnya akibat rumah tangganya yang berantakan.

    Tetsuji menutup matanya dan terus melangkah ke tengah laut. Tiba-tiba tubuhnya tenggelam, tetapi saat kakinya digerakkan ia masih bisa membuat dirinya mengambang. "Lelahnya," bisik Tetsuji lagi sambil tertawa.

    Apa aku coba saja untuk menenggelamkan diri? (hal. 22)

    Di sisi lain, ada Fukui Kimiko, wanita cerewet yang kembali ke Miwashi untuk merayakan obon bagi almarhum suami dan anaknya. Walau selalu terlihat ceria, Kimiko sebenarnya masih terus bersedih atas kematian anaknya yang tenggelam di laut.

    Waktu awal membaca novel ini, saya sempat bertanya-tanya, Bagaimana penulis akan memperlihatkan chemistry antara Tetsuji dan Kimiko? Karena di awal pertemuan mereka, saya jujur tidak merasakan ada chemistry apa-apa. Kimiko yang cerewet dan terkesan seenaknya tidak begitu Tetsuji sukai. Dan cara penulis membangun chemistry inilah yang kurasa jadi poin terkuat novel ini, karena pada akhirnya, saya mendukung Tetsuji dan Kimiko. I ship them.

    Inti novel ini bukan hanya soal percintaan antara Tetsuji dan Kimiko, tapi lebih ke arah dua orang dengan masalah "hati" masing-masing. Tetsuji yang merasa lelah dengan pekerjaannya yang jalan di tempat, istri yang berselingkuh dengan pria lain, hingga suatu masalah yang pasti bisa dipahami oleh semua pria.

    Kimiko juga masih dihantui oleh kematian anak dan suaminya. Dia masih menyesal dengan hal terakhir yang terjadi sebelum anaknya meninggal.

    Terdengar suara lirih Tetsuji, "Yang tersisa sekarang hanyalah rute yang salah. Aku telah kehilangan kesempatan untuk pergi ke arah yang benar."

    "Siapa yang bilang begitu? Kau ini sedang menanti angin. Sampai saat angin yang cocok datang, kau menunggu di pelabuhan." (hal. 125)

    Secara keseluruhan, "The Wind Leading to Love" adalah sebuah kisah cinta yang sangat dewasa dan... manis. Tidak, tidak. Mungkin "menggetarkan hati" adalah frasa yang lebih tepat untuk hubungan antara Tetsuji dan Kimiko. Salut untuk terjemahannya yang enak dibaca, serta bersih. Saya tidak ingat ada typo di buku ini.



    View all my reviews

    Giveaway time! Kali ini dari Penerbit Haru akan memberikan kamu 2 novel "The Wind Leading to Love". Cara ikut GA? Simak aturan ini dulu, lalu isi Rafflecopter di bawah.

    1. Peserta berdomisili di wilayah Indonesia.
    2. Buku yang akan dikirimkan oleh Penerbit Haru
    3. Silahkan mengisi kolom Rafflecopter di bawah ini.
    4. Giveaway berlangsung dari 17 Maret 2015 - 31 Maret 2015.
    5. Keputusan pemenang tidak dapat diganggu gugat.
    6. Bila dalam 48 jam tidak ada respon dari pemenang, maka akan dipilih seorang pemenang baru.

     a Rafflecopter giveaway


    Jangan lupa, Penerbit Haru juga masih memiliki GA Finale. Caranya? Ikuti rangkaian acara blog tour dari Penerbit Haru dan kumpulkan semua potongan hurufnya. Untuk blog tour kali ini, hurufnya adalah:


    Para host blog tour kali ini:

    1. Inge
    2. Rany Dwi Tanti
    3. Lia Nurmalasari
    4. Mpur Chan
    5. Biondy Alfian - you're here
    6. Adinda Putri Citradewi
    7. Afifah Mazaya
    8. Febriyani Syafri
    9. Dini Y. Nurhasanah
    10. Wardahtuljannah
    11. Dinar Arisandy
    12. Ria Destriana
    13. Selviana Rahayu
    14. Maya Floria Yasmin
    15. Farah Fahma S.
    16. Asy-syifaa Halimatu Sadiah
    17. Shen Meileng
    18. Stefanie Sugia

    Buku ini untuk tantangan baca:
    2015 New Authors Reading Challenge
    2015 Lucky No. 15 Reading Chalenge
    2015 100 Days of Asian Reads

  13. The 5th Wave - Gelombang 5The 5th Wave - Gelombang 5 by Rick Yancey
    My rating: 3 of 5 stars

    Judul: The Fifth Wave
    Penulis: Rick Yancey
    Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
    Halaman: 576 halaman
    Terbitan: Desember 2013

    Setelah Gelombang 1, hanya kegelapan yang tersisa.
    Setelah Gelombang 2, hanya orang-orang beruntung yang lolos.
    Dan setelah Gelombang 3, hanya yang tidak beruntung yang bertahan.
    Setelah Gelombang 4, hanya ada satu peraturan: JANGAN PERCAYA PADA SIAPA PUN.

    Alien menyerbu Bumi dan menyapu habis manusia dalam beberapa gelombang. Cassie berhasil bertahan sejauh ini. Menurutnya, untuk tetap hidup, ia harus sendirian. Sampai ia bertemu Evan Walker. Cowok misterius itu mungkin satu-satunya harapan Cassie untuk menyelamatkan adiknya—atau bahkan menyelamatkan dirinya sendiri. Namun, Cassie harus memilih antara percaya atau putus asa, melawan atau menyerah, hidup atau mati.

    Review

    Alien invation! Yah, lewat buku sih :)).

    Saya pertama kali berkenalan dengan "The Fifth Wave" ini lewat Goodreads Choice Award. Waktu itu saya vote buku ini di kategorinya. Bukan karena sudah baca, tapi karena belum baca semua buku nominasi dan buku inilah yang paling menarik perhatianku. Eh, tidak disangka GPU menerjemahkan buku ini pada tahun yang sama dan lewat GA bloghop, akhirnya saya bisa mendapakan buku ini... dan akhirnya butuh setahun lebih sebelum saya buka plastik pembungkusnya dan mulai baca :v.

    "The Fifth Wave" ini bercerita tentang invasi alien ke bumi. Saat cerita dimulai, manusia telah melewati 4 "gelombang" penghancuran. Hal ini mengakibatkan jumlah manusia yang tersisa sangat sedikit. Bukan itu saja, para alien itu menggunakan wujud manusia, sehingga para manusia yang tersisa tidak dapat saling percaya satu sama lain. Pilihannya bagi para manusia adalah: membunuh atau terbunuh. Hal ini membuat kondisi manusia semakin terpojok.

    Saya betul-betul suka dengan teror yang dimasukkan penulisnya di buku ini. Perang manusia vs aliennya tidak berupa manusia melawan makhluk dengan wujud yang jelas-jelas alien, tapi antara manusia dengan "manusia" lainnya. Hal ini membuat teror dan kebingungan Cassie, si tokoh utama, terasa sangat nyata dan relatable buatku.

    Novel ini menggunakan beberapa POV. POV yang paling besar porsinya adalah porsi Cassie dan Ben, dan bagian Cassie jauh lebih menarik ketimbang Ben untukku.

    Petualangan Cassie dari seorang gadis yang selamat seorang diri, hingga dia bertemu Evan Walker, seorang pria yang menyelamatkannya, terasa seru. Bagian setelah itu, saat mereka memutuskan untuk menyelamatkan Sammy, adik Cassie, juga tidak kalah serunya. Ada aksi, ada bagian yang mengharukan, ada bagian yang lucu, serta bagian yang menegangkan.

    Sementara bagian Ben terasa datar buatku. Ben dikisahkan sebagai salah seorang yang selamat dan masuk ke sebuah kamp pelatihan. Di sana dia dilatih bersama berbagai anak lainnya. Anak-anak yang didominasi usia di bawah 14 tahun. Membaca bagian ini, saya jadi kebayang pelatihan a la Ender's Game (review di sini), tapi minus semua keseruan Battle School-nya Ender.

    Akhir ceritanya sukses membuat saya penasaran dan kesal. Masih ada banyaaaaaak banget pertanyaan yang belum terjawab. Jadi penasaran pengin baca lanjutannya. GPU, kapan nih lanjutannya diterjemahkan? :')

    Buku ini untuk tantangan baca:
    - 2015 Read Big Reading Challenge
    - 2015 Young Adult Reading Challenge
    - 2015 New Authors Reading Challenge
    - 2015 Lucky No. 15 Reading Challenge


    View all my reviews

  14. This Guy Is MineThis Guy Is Mine by Gunan Ariani
    My rating: 3 of 5 stars

    Judul: This Guy Is Mine
    Penulis: Gunan Ariani
    Penerbit: Stiletto Book
    Halaman: 272 halaman
    Terbitan: Desember 2014

    “Kita lihat aja ntar, siapa yang akan dipilih Bastian,” kata Sammy sengit.
    “Elo mau saingan? Sama gue?” Raisa benar-benar tidak habis pikir. Bersaing dengan seorang gay? Yang benar saja!

    Karier Raisa, 25 tahun, sebagai design interior sedang di ujung tanduk gara-gara proyeknya terancam batal. Dia bertekad akan melakukan apa pun untuk mempertahankannya. Bastian, rekan satu tim sekaligus anak dari pemilik perusahaan, melihat peluang itu. Bastian lantas memberikan tawaran yang sulit ditolak: Raisa harus mau menjadi pacar pura-puranya agar dia tak dijodohkan, dan Bastian akan membantu Raisa menyelesaikan masalahnya. It’s a big deal. Dan catat, Bastian adalah lelaki yang sudah lama dikagumi Raisa.

    Raisa pikir, semua sandiwara ini akan berjalan mulus. Raisa juga makin suka kepada Bastian akibat perlakuan spesial Bastian padanya. Hingga saat Raisa dan Bastian mengurus proyeknya di Bali, mereka bertemu dengan Sammy, seorang gay dari masa lalu Bastian. Kehadiran Sammy membuat hubungan Raisa dengan Bastian semakin rumit. Jika benar Bastian gay, lantas apa arti ciuman mereka malam itu? Dan jika benar Bastian gay, berarti kehidupan cinta Raisa benar-benar terancam!

    Review

    Akhirnya baca juga buku ini. Beberapa bulan yang lalu saya sempat lihat pembahasan tentang buku ini di Twitter penerbitnya. Waktu itu saya tertarik karena temanya yang terdengar lucu: seorang cewek yang rebutan cowok dengan seorang cowok lainnya. Terdengar menarik, kan?

    Ceritanya tentang Raisa (nama yang kayaknya lagi naik daun di dunia perfiksian tanah air) yang menerima ajakan untuk menjadi pacar pura-pura Bastian, ketua timnya di kantor sekaligus cowok yang dia suka. Nah, di kantor itu, si Bastian ini "terkenal" karena diisukan sebagai seorang gay. Dimulailah petualangan "cinta" Raisa.

    Duh, jadi ingat sama Bidadari Santa Monica (review di sini) pas tahu premis ceritanya.

    Jujur saya merasa agak kecewa setelah selesai membaca buku ini. Alur ceritanya terasa terlalu generik untukku. Cowok berbadan six packs dari keluarga kaya, cewek kantoran yang keras kepala, berantem, salah paham, momen romantis. Yah, semacam begitulah. Kalau suka baca metropop atau chicklit lainnya, pasti bakal familiar dengan adegan-adegannya. Seperti: si cewek nginap di apartemen si cowok, adegan berantem karena sama-sama keras kepala, atau mereka terpaksa sekamar di hotel saat ke luar kota. Jadi, yah... gitu deh.

    Hanya saja, saya suka dengan alasan kenapa si Bastian tidak mau menepis gosip bahwa dia gay. Bastian punya alasannya sendiri dan saya suka dengan alasannya ini. Bagian ini jadi poin plus untukku.

    Dari segi karakter, mungkin masih terasa kurang untukku. Bastian sepertinya berusaha dibuat untuk jadi cowok cakep yang cool, keras kepala, dan arogan, tapi sifat-sifat itu kurang terasa untukku. Dia agak suam-suam kuku untuk memainkan tipe cowok kayak gitu. Lalu Sammy, saingan cintanya Raisa, juga terasa satu dimensi. Cuma stereotip tipe yang bitchy dan benci pada tokoh utama karena mereka suka pada cowok yang sama. Perannya segitu doang tanpa digali lebih jauh.

    Untuk typonya... masih harus diperbaiki lagi. Beberapa yang kucatat:
    - kurang tanda petik penutup di dialog halaman 79
    - certain (hal. 191) -> harusnya 'ceritain'
    - apartemenkug (hal. 237) -> harusnya 'apartemenku'

    dan favoritku:
    Aku suka banget sama anak kecil, they're like angles. (hal. 87)


    Secara keseluruhan, buatku 2,5 bintang, tapi berhubung Goodreads tidak suka setengah-setengah, jadi kubulatkan aja jadi 3. Ceritanya memang agak generik, tapi ada juga momen-momen menarik dan lucu buatku.

    Buku ini untuk tantangan baca:
    - 2015 New Authors Reading Challenge
    - 2015 Lucky No. 15 Reading Challenge
    - 100 Days of Asian Reading Challenge

    View all my reviews

  15. Wishful Wednesday #56

    Wednesday, March 11, 2015

    Yuhu, selamat hari Rabu semuanya! Bertemu lagi di acara curhat mingguan, Wishful Wednesday :D. Untuk minggu ini, buku yang masuk daftar 'pengin punya' saya adalah:

    Rust in Pieces
    oleh: Nel Falisha

    Dari Goodreads:

    “Pantas belakangan ini pernak-pernikku hilang satu-satu. Ternyata dia pelakunya!” Sarah menunjuk-nunjuk ke arah Tiana.

    Yunita memicingkan mata dan melipat lengan di depan dada. Pom-pom merah jambu tergeletak di kakinya. “Baru kemarin ikat rambut favoritku hilang.”

    “Bukan gitu, aku cuma mau pin—”

    “Nonsense!” cetus Sarah.

    Yunita menyeringai puas. “Kamu klepto, Ti.”

    Usaha Tiana mempertahankan popularitas di SMP sia-sia setelah aksi mengutilnya dipergoki teman-teman di klub pemandu sorak. Tak hanya didepak dari klub, ia juga harus menerima julukan Miss K alias Miss Klepto hingga lulus sekolah. Namun Tiana tidak bisa berhenti mengutil. Ia frustrasi dan memutuskan untuk menghindar dari teman-teman lamanya dengan memilih SMA yang berbeda. Sayangnya, prediksi Tiana meleset. Masih ada Dinda yang di SMP dulu ikut memusuhinya setelah aib Tiana terbongkar. Ada Stefan yang terkenal kepo dan tahu ada yang tak beres dengan Tiana. Ada Sherry yang sering memperhatikan Tiana dari jauh. Ada Ardhan yang cuek tapi berani bicara frontal. Semua orang tampaknya mencurigai tindak-tanduk Tiana. Tiana pun sadar ada yang salah dengan dirinya. Namun Tiana tetap tak mampu mengendalikan jari-jarinya.

    Perfection
    oleh: Farrahnanda

    Dari Goodreads:

    “Dik, tolong lempar bolanya ke sini,” pinta salah seorang kakak kelas sambil menyeka keringat yang mengucur dari kening.

    Setengah malas aku menuruti permintaannya, berdiri untuk
    mengambil bola basket. Sampai kemudian, salah seorang dari mereka
    menyeletuk, “Bola bisa ambil bola, toh?”

    Dalam waktu singkat, orang-orang yang ada di sekitar lapangan
    basket tertawa. Semua mata memandang ke arahku. Akhirnya aku jadi
    pusat perhatian, tapi bukan seperti ini yang kuinginkan.

    Hampir seumur hidupnya, Nina berada di bawah bayang-bayang Nila, saudari kembarnya. Wajah mereka identik, tapi Nila yang memiliki tubuh sempurna selalu mencuri perhatian, sementara Nina yang badannya lebih berisi hanya kebagian ejekan. Tapi Nina tidak pernah menjadikan berat badan sebagai masalah utama dalam hidupnya, sampai ia diajak berkenalan oleh Panji, kakak kelas yang menjadi tambatan hati. Tidak mau menyia-nyiakan kejadian langka ini, Nina bertekad untuk menjadi sosok ideal untuk Panji. Dan perjalanan Nina menuju kesempurnaan pun dimulai. 


    Yang satu tentang seorang kleptomania, yang satunya tentang gambaran tubuh. "Rust in Pieces" dan "Perfection" ini adalah buku ke-4 dan ke-5 dari seri "Young Adult Realistic Novel". Ya, seri tempat novel debut saya bernaung :)).

    Novelnya sendiri belum terbit. Rencana rilisnya adalah tanggal 16 Maret 2015 nanti. Can't wait for the two books!

    Ingin tahu lebih banyak soal Wishful Wednesday? Cek blog hostnya.

  16. Parahyangan 147Parahyangan 147 by Mita Miranti
    My rating: 4 of 5 stars

    Judul: Parahyangan 147
    Penulis: Mita Miranti, Moemoe Rizal, Rezza Brahma, Tita Rosianti, Bisma Dwibangga
    Penerbit: Grasindo
    Halaman: 249 halaman
    Terbitan: 29 Desember 2014

    Apartemen Parahyangan 147, cara baru berkehidupan harmonis karena dilengkapi perlindungan paling kokoh untuk menghadapi segala kesulitan Anda. Cocok bagi Anda yang meninggalkan ibukota demi kehidupan baru penuh skandal, merencanakan keturunan, hingga berbagi kisah di dalam lift bersama orang asing. Atau bagi Anda profesional muda yang aktif, memiliki ketegaran yang tinggi meski terjebak di tempat publik dalam balutan handuk semata.

    Kami juga menawarkan nuansa yang mendukung untuk semua karakter yang hidup dari tulisan-tulisan Anda. Dilengkapi fasilitas canggih yang dapat membantu Anda membunuh diri atau melahirkan kehidupan baru. Bahkan, Anda bisa tinggal bersama majikan Anda, menggoyang-goyangkan ekor di sepanjang koridor, atau menjulurkan lidah seraya menyaksikan kehidupan majikan Anda yang berada di ambang perpecahan.

    Tunggu apa lagi! Segera dapatkan unit terbaik dan mulai kisah hidup Anda yang memukai di sini!

    Review

    Kumpulan cerita (novelet?) dari 5 orang penulis. Seluruh cerita memiliki satu benang merah: Apartemen Parahyangan 147 yang super canggih, serta kota Bandung yang terserang badai hingga mengurung para penghuni apartemen di dalam bangunan itu.

    Unit 1032 - Mita Miranti

    Cerita ini berkisah tentang Fira, penghuni unit 1032 yang baru saja bertengkar dengan suaminya, hingga pria itu pergi dan belum kembali selama beberapa hari terakhir.

    Saat bencana mulai menyerang, Fira terjebak di dalam lift bersama Danur, seorang pria yang tidak dia kenal. Di dalam lift itulah mereka saling curhat tentang keadaan masing-masing.

    Ceritanya manis dan saya suka dengan akhir ceritanya. Cuma ceritanya agak terlalu pendek nih. Jadi ingat Perfect Mess (review di sini) pas baca ini.

    Unit 808 - Moemoe Rizal

    Bercerita tentang Kevin, seorang fotografer bertubuh oke punya. Dia terjebak di luar kamarnya saat terjadi pemadaman listrik karena badai. Akibatnya, dia tidak bisa masuk karena kunci elektronik tidak bisa digunakan. Yang lebih parahnya lagi: dia hanya mengenakan selembar handuk.

    Ngakak dari awal sampai akhir baca cerita ini. Yah, coba bayangin nasib si Kevin yang hanya pakai selembar handuk, terus harus naik turun tangga darurat untuk mencari bantuan. Ceritanya agak-agak nude content gitu, jadi pastikan sudah cukup umur yah. *halah.

    Genre cerita ini bukan komedi loh, tapi horor komedi. Iya, horor. Dan bagian horornya sempat bikin saya deg-degan. Sayang akhir ceritanya saya kurang gitu suka ._.

    P.s: pembaca, bersiap-siaplah dipanggil Om di sepanjang cerita ini.

    Unit 1020 - Rezza Brahma

    My least favorite story. Sorry.

    Sebenarnya cerita ini metafiksi yang menarik, tapi juga membingungkan dan agak membosankan. Jadi, novelet ini bercerita tentang Kim, seorang wanita asing yang pindah ke Indonesia karena mengikuti keluarganya. Narasi Kim seluruhnya menggunakan bahasa Inggris, karena dia orang asing dan belum lancar berbahasa Indonesia. Yeah, ceritanya didominasi bahasa Inggris di sini.

    Diceritakan bahwa Kim ini sedang menulis sebuah cerita, tapi dia masih bingung mau menulis tentang apa. Nah, saya tidak tahu apakah ini disengaja atau tidak, tapi saya merasa penulis novelet ini juga sebenarnya bingung mau nulis apaan. Ceritanya terlalu mbulet, kebanyakan karakter, dan penuh dengan ketidakjelasan.

    Lalu di bagian akhir, ada satu bagian meta lagi. Sewaktu Aldy, karakter selain Kim, mengumpulkan sebuah cerpen pada editornya, kemudian editornya bilang kalau cerita Aldy melenceng dari tema 'hari raya di Indonesia' yang ditetapkan untuk proyek buku antologi mereka. Hal itu juga yang saya rasakan dari cerita ini: "melenceng" dari tema 'apartemen' (lebih ke arah setting tempat tidak sedominan empat cerita lainnya, sih).

    Unit 701 - Tita Rosianti

    Cerita terfavorit saya di buku ini. Saya sampai baca ulang 3 kali dan masih aja tetap ngakak pas baca.

    Cerita ini masih berhubungan dengan ceritanya Om Moemoe Rizal. Salah satu karakter di 'Unit 808' muncul lagi di sini sebagai kameo. Ceritanya sendiri tentang Mira yang menginap di apartemen sepupunya yang sedang pergi ke Singapura.

    Mira baru saja ditinggal nikah pacarnya. Hal ini membuat dia malu dan sedih sampai dia berpikir untuk bunuh diri. Nah, berbagai kekonyolan usaha bunuh diri Mira ini malah berujung pada dia menolong seorang ibu yang akan melahirkan.

    Cerita yang sangat menghibur dari awal hingga akhir. Hanya saja catatan kaki humor ala Gege Mengejar Cinta mungkin tidak diperlukan di sini. Terasa berusaha terlalu keras soalnya.

    Unit 525 - Bisma Dwibangga

    Cerita yang menjadi penutup buku ini. Dibukanya justru dengan adegan yang menampilkan masa depan setelah badai berlalu.

    Ceritanya mengambil sudut pandang seekor anjing yang menyaksikan kejatuhan tuannya. Howie, si anjing, menyaksikan bagaimana pemiliknya bangkrut, ditinggal oleh istrinya, kemudian terjebak di Apartemen Parahyangan 147 akibat badai.

    Saya agak kurang sreg dengan narasinya yang terkesan terjemahan super formal. Karakter-karakternya bahkan saling menyebut satu sama lain dengan panggilan Tuan dan Nyonya di dalam dialog. Tapi, secara keseluruhan, saya suka dengan cerita tentang seekor anjing dan tuannya ini. Apalagi bagian akhirnya :').

    Secara keseluruhan: "Parahyangan 147" ini menampilkan ragam cerita yang kaya. Ada yang "nonjok" banget buat saya, ada juga yang tidak. Yah, selayaknya kumpulan ceritalah.

    Saya rekomendasikan untuk para pembaca yang mencari sebuah hunian penuh warna, canda tawa, serta air mata (juga air hujan).

    Buku ini untuk tantangan baca:
    - 2015 New Authors Reading Challenge
    - 2015 Lucky No. 15 Reading Challenge
    - 2015 100 Days of Asian Reads Reading Challenge


    View all my reviews

  17. Remedy Knit Talk on Twitter

    Tuesday, March 10, 2015

    Sekadar info, hari Jumat tanggal 13 Maret 2015 nanti akan ada #KnitTalk untuk novel Remedy via Twitter. Di #KnitTalk kali ini, akan dibahas mengenai proses kreatif dan di belakang layar untuk novel ini.

    Buat yang mau menyimak dan/atau tanya-tanya, bisa pantengin Twitter saya (@biondyalfian) dan Twitter Ice Cube Publisher (@IceCube_Publish).

    P.s: ada hadiah untuk 1 orang penanya pilihan di acara ini loh :D


  18. The MartianThe Martian by Andy Weir
    My rating: 4 of 5 stars

    Judul: The Martian
    Penulis: Andy Weir
    Penerbit: Broadway Books
    Halaman: 369 halaman
    Terbitan: Oktober 2014

    Six days ago, astronaut Mark Watney became one of the first people to walk on Mars.

    Now, he's sure he'll be the first person to die there.

    After a dust storm nearly kills him and forces his crew to evacuate while thinking him dead, Mark finds himself stranded and completely alone with no way to even signal Earth that he’s alive—and even if he could get word out, his supplies would be gone long before a rescue could arrive.

    Chances are, though, he won't have time to starve to death. The damaged machinery, unforgiving environment, or plain-old "human error" are much more likely to kill him first.

    But Mark isn't ready to give up yet. Drawing on his ingenuity, his engineering skills—and a relentless, dogged refusal to quit—he steadfastly confronts one seemingly insurmountable obstacle after the next. Will his resourcefulness be enough to overcome the impossible odds against him?

    Review

    This book is one heck of a ride. Dan dari segi review, saya sependapat dengan ulasan Mas Oni.

    "The Martian" bercerita tentang Mark Watney, seorang astronot yang disangka sudah meninggal oleh kawan-kawannya akibat badai pasir. Akibatnya, dia ditinggalkan di Mars, sementara kelompok ekspedisinya harus segera melakukan evakuasi. Beberapa jam setelah timnya pergi, Mark bangun dan sadar bahwa dia kini berada di Mars seorang diri. Dengan mengandalkan kemampuan teknisi dan botaninya (ini memang posisi Mark dalam ekspedisi yang dia jalani), Mark harus bertahan hidup dan menemukan cara untuk menghubungi Bumi.

    Novel ini penuh dengan aksi yang sukses membuat saya penasaran. Melihat bagaimana Mark melawan berbagai rintangan yang kelihatannya mustahil membuat saya memuji riset penulisnya. Semuanya bisa saya percayai, walau saya sendiri tidak tahu seberapa tepat metode yang dipakai penulisnya :)).

    Kekurangannya mungkin di karakter. Saya heran bagaimana Mark bisa terus-terusan merasa bersemangat dan tidak down dengan situasinya, tidak peduli seberat apa pun kondisinya. Saya yakin bahwa pelatihan astronot itu berat dan mereka pasti dilatih untuk menghadapi berbagai macam skenario, tapi please. Karakternya terlalu tenang. Saya hanya bisa sekali merasakan emosinya, saat dia menulis surat wasiat setelah misi penyelamatannya yang pertama gagal. Emosi yang ditunjukkan orang-orang NASA dan timnya Mark terasa jauh lebih nyata buatku.

    Kesimpulan: kisah fiksi ilmiah yang luar biasa. Sangat teknis, tapi sama sekali tidak mengganggu kenikmatan membaca. Ceritanya seru, lucu, dan membuat penasaran. Sayang tokoh utamanya sangat khas Hollywood. Si protagonis yang tidak akan mati walau dihujani "peluru" sebanyak apa pun.

    Buku ini untuk tantangan baca:
    - 2015 New Authors Reading Challenge
    - 2015 Lucky No. 15 Reading Challenge


    View all my reviews

  19. The Rising StarThe Rising Star by Angelique Puspadewi
    My rating: 2 of 5 stars

    Judul: The Rising Star
    Penulis: Angelique Puspadewi
    Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
    Halaman: 232 halaman
    Terbitan: 26 Februari 2015

    Sebagai artis junior, Alexa diminta terlibat dalam rekayasa untuk menaikkan pamor Juna, artis menyebalkan dan sok ganteng yang sama-sama bernaung di RR Production. Tidak tanggung-tanggung, mereka akan menciptakan skandal. Rumornya Alexa ketahuan hamil dengan Juna padahal dia sudah bertunangan dengan Bara, caleg yang juga butuh pemberitaan sensasional agar semakin dikenal masyarakat. Jika ini berhasil bukan hanya pamor Juna dan Bara yang akan melambung, tapi nama Alexa juga akan bersinar. Mereka bertiga akan menjadi The Rising Star.

    Skenario yang dijalankan nyaris sempurna, hingga sandungan kecil mengacaukan semuanya. Setelah hangout sampai teler berat di pub dan terbangun di kamar hotel, Alexa mengalami gejala yang dialami oleh perempuan yang sungguhan hamil! Sialnya, Alexa tidak tahu dengan siapa ia tidur malam itu.

    Adegan demi adegan yang mereka jalani ternyata malah membuat Juna dan Bara menyukai Alexa. Mereka sama-sama memberi perhatian pada Alexa dan berusaha memperebutkan cinta gadis itu. Namun, ternyata diam-diam sebenarnya hati Alexa sudah ditambatkan pada pria yang terlarang untuk ia cintai...

    Review

    Sebenarnya cerita di novel ini tidak sedangkal blurb-nya sih. Pas pertama baca blurb-nya, kukira bakal dapat karakter yang nggak banget, tapi ternyata ada twist tentang kehamilan Alexa yang cukup bagus.

    Sayang keseluruhan plotnya kurang fokus. Ceritanya terasa melompat-lompat sehingga saya tidak bisa merasakan emosi yang terlalu dalam per adegannya. Padahal ada banyak momen yang kurasa bisa lebih mengaduk perasaan pembaca.

    Lalu dialognya... terkadang ada rasa telenovela/sinetroniyah/opera sabun yang berlebihan. Seperti waktu Alexa bicara dengan 'pria yang terlarang untuk ia cintai'. Spoiler orangnya loh ya. Nggak terlalu juga sih, karena di bab awal sudah dibeberkan.

    "Tetapi aku mencintaimu, Lex. Aku... aku tak dapat hidup tanpamu. Berdekatan dengan wanita lain membuatku serasa berkhianat. Dan... dan aku pun tak sanggup bila harus melihatmu dengan pria lain..." Arya masih berusaha meyakinkan Alexa. Dia ingin egois sekali ini saja.

    "Tidak, Mas. Kita pasti bisa." Alexa terisak. "Kita harus bisa," tegas Alexa.

    "Bagaimana jika aku tak sanggup? Arya melonggarkan pelukan dan menatap Alexa dengan mata basah.

    "Mas, kita pasti sanggup. Pasti. Selama ini Mas sanggup menahan rasa itu. Tinggal selangkah lagi. Kita sama-sama berusaha. Kita pasti bisa, Mas... demi Papa." Alexa berusaha menguatkan meski ia sendiri patah. Hatinya hancur berkeping-keping. Ia ingin mengikuti usul Arya. Sangat ingin. Tetapi cintanya pada Papa mampu menahan ego yang menggebu. Ia tidak mungkin mengkhianati Papa.


    Arya menenggelamkan wajahnya di kepala Alexa. Pria itu bergumam di rambut Alexa seraya terisak. "Baiklah, jika itu sudah menjadi keputusanmu. Tetapi biarkan aku berdoa agar Tuhan mempersatukan kita di akhirat kelak. Mengizinkanmu menjadi bidadari surgaku. Seperti Tuhan menyatukan Adam dan Hawa beratus tahun kemudian. Kuharap waktu itu datang untuk kita." Arya menyusut sisa air mata dan kembali mendekap Alexa. Alexa mengamini dalam hati. (hal. 158-159)


    Atau misal di adegan ini:

    "Mengapa kamu mencintaiku?" Arya melarikan pandangan tepat ke manik mata Winona yang memandangnya penuh cinta. 

    "Arya. Haruskah ada alasan, ketika aku bahkan sudah merendahkan diri mengejamru? Tidak peuli dunia mencemooh. Perisaiku, hanya cintamu." Gombalan Winona membuat Arya tersenum miris. 

    [...]

    "Kamu tidak malu menikah dengan pria biasa sepertiku?" Arya tahu ini berlebihan. Namun ego belum sepenuhnya puas.


    "Kamu pria luar biasa yang kukenal selain almarhum suamiku. Kupastikan mereka yang menghormatiku, akan menghormatimu juga. Jika tidak, mereka harus rela kehilangan jalinan denganku. Aku sudah memilihmu dan siap dengan segala konsekuensinya," terang Winona berusaha meyakinkan Arya. (hal. 175-176)


    Calm down, doge. Calm down.

    Anyway, ini buku Amore ketiga yang kubaca dan sejauh ini saya belum cocok dengan lini satu ini. Sejauh ini, dari segi cerita dan plot, sebenarnya "The Rising Star" ini yang terbaik. Hanya saja saya kurang bisa menangkap emosi dan chemistry antara tokoh utama wanitanya, Alexa, dengan tokoh yang akhirnya dia pilih. Tokoh favorit di sini: Arya, karena dia mengambil keputusan-keputusan yang berat demi keluarganya.

    Saya juga salut untuk kerapian buku ini. Layout dalamnya bagus dan tidak ada typo yang kubaca.

    Rekomendasi untuk yang suka kisah cinta yang ringan, serta tokoh yang mampu berkorban untuk kepentingan yang lebih besar.

    Buku ini untuk tantangan baca:
    - 2015 New Authors Reading Challenge
    - 2015 Lucky No. 15 Reading Challenge
    - 2015 100 Days of Asian Reading Challenge

    View all my reviews

  20. Gone  (Dream Catcher, #3)Gone by Lisa McMann
    My rating: 4 of 5 stars

    Judul: Gone
    Penulis: Lisa McMann
    Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
    Halaman: 216 halaman
    Terbitan: Oktober 2010

    Janie mengira ia tahu masa depannya. Dan ia merasa bisa menerimanya meskipun muram.

    Namun ia tidak ingin menyeret Cabel.

    Janie tahu cowok itu akan setia mendampinginya meskipun tahu apa yang akan terjadi. Cabel memang menakjubkan. Karena itu Janie justru harus pergi.

    Lalu seseorang hadir dalam hidup Janie---dan segalanya jadi kacau. Masa depan yang sudah diketahuinya sekarang berubah. Sendirian, ia harus memutuskan mana pilihan terbaik di antara yang buruk.

    Dan sementara itu waktu terus berjalan....

    Review

    Buku terahkir dari trilogi Dream Catcher. Review buku pertama bisa dibaca di sini. Review buku kedua bisa dibaca di sini.

    Buku ini sangat berbeda dari dua buku sebelumnya. Kalau di buku pertama dan kedua, Janie dihadapkan pada kasus-kasus kriminal, di buku ini Janie berhadapan dengan masa lalunya serta kekuatannya sebagai penangkap mimpi. Kali ini Janie terseret masuk ke dalam mimpi-mimpi ayahnya, pria yang tidak pernah dia kenal seumur hidupnya, yang tiba-tiba muncul dalam hidupnya dengan kondisi koma.

    Saya bisa paham kenapa banyak yang kecewa dengan buku ini. Kalau mengharapkan kasus yang besar dan penuh dinamika sebagai penutup serial ini, well, hal seperti itu tidak ada. Yang ada hanya soal Janie yang mempelajari tentang masa lalunya serta fakta tentang kekuatannya. Dan saya suka. Saya juga suka dengan akhir ceritanya yang lumayan gelap untuk ukuran novel YA.

    Secara keseluruhan: "Gone" bukanlah penutup yang mewah untuk sebuah trilogi. "Gone" justru lebih bersifat sederhana, down to earth, serta melankolis, tapi juga memuaskan sebagai sebuah akhir dari serial.

    Buku ini untuk tantangan baca:
    - 2015 Lucky No. 15 Reading Challenge


    View all my reviews